BUOlLNewsline.Id— Dunia catur Sulawesi Tengah mendidih. Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau Percasi Sulteng resmi menyatakan tidak melaksanakan Kejuaraan provinsi (Kejurprov) yang rencananya digelar di Kota Palu tahun ini
Keputusan itu tertuang dalam surat pemberitahuan nomor 01/Pemb/PERCASI-ST/VIII/2026. Isinya jelas: Percasi belum bersedia mendanai kegiatan dengan alasan efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi. Kegiatan pun tidak dapat dipaksakan.
Surat tersebut ditandatangani dan distempel langsung oleh Ketua Percasi Sulteng, dr. Habibi Sotarhutup L. Tobing. Surat ini langsung jadi bom waktu di kalangan atlet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para atlet yang sudah latihan berbulan-bulan langsung terpukul. Mereka tidak menyangka iven bergengsi itu batal diikuti hanya karena alasan anggaran.
“Saya selaku atlet Veteran asal Buol sangat terganggu dengan penyampaian ini. Padahal Kejurprda merupakan yang ditunggu,” ungkap Joni Hatimura kepada media ini, Rabu 26/8/2026.
Joni menduga keras kepemimpinan Percasi saat ini di Palu punya niat menggugurkan persiapan atlet dari semua kabupaten/kota di Sulteng. “Ini bukan efisiensi. Ini pembunuhan prestasi,” tegasnya.
Kekecewaan atlit sulteng tidak hanya dari Buol. Hampir semua kabupaten di Sulteng mempertanyakan sikap Percasi. Mereka menyorot track record kepemimpinan saat ini. “Iven di Poso kemarin sama sekali tidak ada sumbangsinya untuk memajukan organisasi ini,” lanjut Joni.
Tuntutan pun menguat. Para atlet meminta Ketua Percasi Sulteng saat ini segera diganti. Bagi mereka, jika organisasi induk tidak mampu hadir saat atlet butuh panggung, maka lebih baik diganti orang yang punya nyali dan komitmen memajukan catur Sulteng.(tim)










