Tangis Petani Buol :  Lahan Kering Tanaman Mati dan Ancaman Gagal Panen

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOLNEWSLINE.ID – Memasuki September 2026, kemarau panjang akibat El Nino yang melanda Kabupaten Buol Sulawesi Tengah mulai menunjukkan dampak yang serius. Puluhan hektar tanaman jagung dan padi sawah terancam gagal panen karena kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Sejak beberapa bulan terakhir hujan tak kunjung turun. Debit air sungai menyusut drastis dan saluran irigasi pertanian mengering. Tanaman jagung mulai puso, bahkan puluhan hektar mati. Tanah sawah mulai retak dan terbelah. Akibatnya, petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan mereka.

Dampaknya sudah terlihat jelas di lapangan. Hamparan sawah yang biasanya hijau kini berubah cokelat dan retak. Tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan terpaksa layu karena kekurangan air. Para petani hanya bisa menatap dengan cemas, khawatir hasil panen tahun ini akan anjlok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasib serupa juga menimpa petani jagung. Di beberapa kecamatan ratusan hektar tanaman jagung yang usia tanamnya berkisar 30 45 hari ikut terancam mati. Daun jagung menguning dan batangnya mengering karena tidak mendapat cukup air. Bukan hanya sawah, masyarakat di beberapa desa dan sebagian wilayah kota juga mulai merasakan kekurangan air bersih. Sumber mata air yang biasanya jadi andalan kini mulai berkurang.

“Kami sudah 8 bulan menunggu hujan. Tapi sampai sekarang panas terus. Kalau begini terus, bisa gagal panen semua,” ujar Mukti, salah seorang petani di Kecamatan Tiloan dengan nada cemas kepada media ini, Rabu 2/9/2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan kekeringan El Nino tahun ini terasa lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa sumber irigasi utama yang biasa jadi andalan petani di Buol juga mengalami penurunan debit air yang signifikan. Harapan untuk menanam dan panen seperti tahun lalu kini mulai pupus.

Di tengah situasi sulit ini, harapan para petani kini hanya tertuju pada turunnya hujan. Mereka juga berharap ada perhatian dari pemerintah berupa bantuan pompa air, sumur bor, atau bantuan benih untuk tanam ulang jika benar-benar terjadi gagal panen. Tanpa bantuan, banyak keluarga petani khawatir tidak bisa bertahan.

Jika kemarau terus berlanjut, ancaman gagal panen ini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada ketahanan pangan Kabupaten Buol secara keseluruhan. “Ya itu harapan kami sebagai petani, semoga hujan cepat turun,” ujar Mukti, diamini petani lainnya. Doa dan harap yang sama kini menggantung di langit Buol yang masih panas.(*)

Penulis : Rustam Baculu

Berita Terkait

NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali
Harga Eceran Pertalite di Buol Tembus Rp30 Ribu, Warga: Kami Dicekik Pengecer
Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol
Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus
90 Hektare Ludes di Binuang, 34 Titik Api Kepung Buol – Petugas Padamkan Pakai Alat Seadanya
Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026
Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan
PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:53

NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali

Kamis, 17 September 2026 - 09:46

Harga Eceran Pertalite di Buol Tembus Rp30 Ribu, Warga: Kami Dicekik Pengecer

Rabu, 16 September 2026 - 22:38

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol

Rabu, 16 September 2026 - 22:07

Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus

Rabu, 16 September 2026 - 01:03

90 Hektare Ludes di Binuang, 34 Titik Api Kepung Buol – Petugas Padamkan Pakai Alat Seadanya

Berita Terbaru