Pemda Buol Bersama tim Melukan sidak di kedua SPBU yang ada di Buol
BUOLNewsline.Id- Warga Kabupaten Buol menjerit akibat mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer. Jika harga normal Pertalite hanya Rp10.000 per liter di SPBU, kini di tingkat eceran harganya naik perlahan dan tembus hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per botol, tergantung ukuran botol yang dijual.
Kenaikan harga gila-gilaan ini dipicu oleh krisis BBM yang melanda dua SPBU di Buol, yakni SPBU Kelurahan Kali dan SPBU Kelurahan Kampung Bugis. Akibat pembatasan kuota dari Pertamina Tolitoli, antrean panjang hingga 1.000 meter terjadi hampir setiap hari dan warga banyak yang tidak kebagian BBM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat warga petani, dan nelayan terpaksa menjadi korban dan membeli BBM eceran dengan harga mahal. Salah satu warga mengaku dirinya menjadi korban langsung. Ia terpaksa membeli Pertalite eceran dengan harga Rp30 ribu per botol karena tidak pernah dapat saat antre di SPBU.
“Antre berjam-jam bahkan berhari-hari tidak dapat. Terpaksa beli di pengecer, harga normal 10 ribu sekarang jadi 25 ribu sampai 30 ribu per botol sesuai ukuran. Sangat mencekik kami,” keluh Leman warga yang menjadi korban tersebut.
Dugaan warga, kelangkaan ini bukan murni karena keterlambatan distribusi, melainkan adanya pemangkasan jatah kuota yang diberikan Pertamina Tolitoli untuk Buol. Dari permintaan normal 32 KL, realisasi yang dikirim hanya 16 KL bahkan pernah hanya 8 KL, sehingga stok di SPBU cepat habis.
Situasi ini dimanfaatkan oknum pengecer untuk meraup untung besar di atas penderitaan rakyat. Warga berharap pemerintah tidak tutup mata, karena jika dibiarkan, ekonomi petani dan nelayan di Buol akan lumpuh total akibat tidak bisa beroperasi.
Hingga kini masyarakat Buol mendesak Pemda Buol dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera menambah kuota BBM ke Buol dan menertibkan pengecer yang menjual Pertalite dengan harga selangit tersebut.(**)
Penulis : Rustam










