Peluncuran Buku Sejarah Ditunda, Bendera ‘One Piece’ Jadi Simbol Protes Anak Muda

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA|newsline.id — Rencana pemerintah meluncurkan sepuluh jilid buku sejarah nasional pada 17 Agustus terpaksa ditunda setelah menuai kritik luas. Sejarawan menilai narasi dalam buku tersebut mengabaikan sejumlah peristiwa penting, termasuk tragedi 1965–66, yang berpotensi menciptakan amnesia kolektif.

“Sejarah tidak boleh dipangkas sesuai kepentingan politik. Jika peristiwa kelam dihapus, generasi muda akan kehilangan pelajaran berharga,” tegas Dr. Rahmawati, sejarawan Universitas Indonesia, saat diwawancarai.

Gelombang penolakan justru memunculkan simbol protes tak terduga: bendera bajak laut dari anime One Piece. Simbol tengkorak dengan topi jerami itu berkibar dalam sejumlah aksi mahasiswa dan komunitas muda, menjadi sindiran atas dugaan manipulasi sejarah. Fenomena ini cepat menyebar di media sosial, menjadikan budaya pop sebagai bahasa baru perlawanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu mahasiswa, Ardi (21), mengaku memilih simbol One Piece karena mudah dipahami. “Bendera itu melambangkan kebebasan. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa sejarah tidak boleh dikekang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iwan Santosa, menyatakan pemerintah masih membuka ruang dialog. “Kami mendengar masukan publik. Buku ini ditunda agar dapat diperbaiki demi menjaga integritas sejarah bangsa,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto menambahkan, kritik yang disampaikan dengan cara kreatif adalah bagian dari demokrasi. “Selama tidak menyalahi hukum, ekspresi rakyat harus dihormati,” ujarnya.

Penundaan ini menegaskan bahwa perdebatan sejarah tetap menjadi isu sensitif sekaligus penentu arah demokrasi Indonesia di masa depan.(**)

Berita Terkait

Buol Pecah : Djoni Hatimura Harumkan Nama Daerah Taklukkan Para Master dan Raih Gelar MN di Banten
Selangkah Lagi Gelar Master : Pecatur Buol Jhoni Hatimura Tak Terkalahkan di 6 Babak Kejurnas Catur Di Kota Serang
Luar Biasa Tanpa Gelar Master : Jhoni Hatimura Asal Buol Bikin Repot Para Master di Kejurnas Catur Nasional
Tancap Gas : Bupati Buol Temui Dirjen di Jakarta Demi Wujudkan Sekolah Rakyat
NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali
Harga Eceran Pertalite di Buol Tembus Rp30 Ribu, Warga: Kami Dicekik Pengecer
90 Hektare Ludes di Binuang, 34 Titik Api Kepung Buol – Petugas Padamkan Pakai Alat Seadanya
Dari Jakarta untuk Buol : Bupati Risharyudi Perjuangkan Koperasi Rakyat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15

Buol Pecah : Djoni Hatimura Harumkan Nama Daerah Taklukkan Para Master dan Raih Gelar MN di Banten

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56

Selangkah Lagi Gelar Master : Pecatur Buol Jhoni Hatimura Tak Terkalahkan di 6 Babak Kejurnas Catur Di Kota Serang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:56

Luar Biasa Tanpa Gelar Master : Jhoni Hatimura Asal Buol Bikin Repot Para Master di Kejurnas Catur Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 12:37

Tancap Gas : Bupati Buol Temui Dirjen di Jakarta Demi Wujudkan Sekolah Rakyat

Kamis, 17 September 2026 - 22:53

NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali

Berita Terbaru