Saat Beras Mahal, Buol Pilih Bertaruh pada Hutan Sagu

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol!Newsline. Id– Krisis beras bisa jadi peluang bagi Kabupaten Buol untuk bangkit lewat sagu. Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menyusun Usulan Konservasi Lahan Sagu sekaligus merancang pembangunan Pabrik Mini Hilirisasi Perkebunan Sagu sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan lokal.
Rencana itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Sulteng dan seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tengah saat Rapat Koordinasi Evaluasi Suksesi Asta Cita di Morowali, 13 Mei 2026. Dalam forum yang juga dihadiri Forkopimda Provinsi iit buol meminta dukungan agar area sagu yang masih tersisa hari ini masuk dalam kawasan konservasi.
Pemda Buol juga membidik lahan basah dan rawa yang ditumbuhi hutan nipah untuk dikonversi bertahap menjadi hutan sagu produksi. Tujuannya jelas: menambah luasan kebun sagu dan menjadikan komoditas ini sebagai pilar ekonomi baru. “Ayo belajar dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan daerah pesisir Papua yang sudah membuktikan sagu bisa menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Bupati Risharyudi dalam Group  WAG Diskusi Kanal Aspirasi Warga Buol Pada sabtu 16/5/2026
Contoh dari Meranti dan Papua menjadi rujukan karena daerah itu mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan dari pengolahan dan pengelolaan sagu. Buol meyakini potensi yang sama bisa diulang, mengingat wilayahnya memiliki lahan basah yang cocok untuk tanaman sagu dalam skala besar.
Sebagai tindak lanjut Pemda Buol mengajak semua pihak menggelar seminar dan forum Group Diskusi (FGD) bertema “Habis Beras, Tumbang Harapan”. Diskusi ini diarahkan untuk menyusun peta jalan agar Buol bisa menjadi lumbung sagu Sulawesi Tengah.
Jika berjalan sesuai rencana buol berharap hilirisasi sagu tak berhenti di bahan baku. Pabrik mini yang akan dibangun diharapkan mampu mengolah sagu menjadi produk bernilai tambah menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian pangan daerah ketika di tengah gejolak harga beras nasional naik. (*).

Penulis : Rustam Baculu

Sumber Berita: Bupati Buol pada Group Whatsapp Kanal Aspirasi Waga Buol

Berita Terkait

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol
Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus
Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026
Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan
PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan
Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh
Kemenag Buol Tutup Supervisi 3 KUA, Taufik Aziz: Layanan Harus Inklusif dan Tidak Diskriminatif
Unggahan “Orang Hilang” Seret Nama Bupati Buol, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:38

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol

Rabu, 16 September 2026 - 22:07

Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus

Senin, 14 September 2026 - 20:20

Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan

Minggu, 13 September 2026 - 19:09

PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan

Jumat, 11 September 2026 - 15:47

Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh

Berita Terbaru