Polda Sulteng Ungkap Keberhasilan Polres Tolitoli Menggagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu Seberat 30 Kg di Desa Kapas

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

Tolitoli!Newsline.Id– Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tengah dan Satres Narkoba Polres Tolitoli atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 30 kilogram di Desa Kapas, Tolitoli.

Dalam bincang santai bersama sejumlah wartawan di salah satu warung kopi pada Jumat (25/7/2025), Bupati Amran menyampaikan rasa terima kasih, kebanggaan, dan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkoba yang kini mengancam daerahnya.

“Penangkapan ini menyelamatkan ribuan nyawa, terutama generasi muda kita. Ini bukan kasus kecil. Ini sinyal bahwa Tolitoli dalam kondisi darurat narkoba,” tegas Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan kasus tersebut terjadi saat tiga tersangka yang menjadi target pengintaian aparat ditangkap saat sedang beristirahat di sebuah warung makan di Desa Kapas. Tanpa sempat menyentuh makanan yang mereka pesan, ketiganya langsung diciduk oleh petugas setelah sebelumnya dibuntuti selama beberapa hari.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 30 kilogram, yang kemudian diamankan di Polres Tolitoli sebelum diserahkan ke Polda Sulteng untuk proses hukum lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Amran berkomitmen membentuk Satgas Pemberantasan Narkotika di wilayahnya dan memperkuat pengawasan, terutama di jalur laut dan pelabuhan-pelabuhan kecil yang sering disebut sebagai “pelabuhan tikus”—akses favorit para penyelundup.

“Saya akan minta seluruh aparat keamanan, termasuk TNI-Polri, untuk memperketat penjagaan di pelabuhan. Pelabuhan-pelabuhan ilegal inilah yang selama ini menjadi pintu masuk utama barang haram ke daerah kita,” ujarnya tegas.

Bupati Amran juga meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku penyelundupan narkoba. Ia mengingatkan bahwa menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah dan kepolisian.

“Anak-anak kita adalah masa depan daerah ini. Mari kita jaga mereka bersama-sama,” tutup Bupati.(*).

Berita Terkait

Sekda Buol Pimpin Rapat Sengketa Lahan Mopu, Libatkan Kejaksaan HinggaATR/BP
Polsek Bokat Salurkan Takjil, Wujud Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Polres Buol Gelar Bukber Bersama Insan Pers, 3 Orang Anak Yatim Piatu Dapat Hagala
Polres Buol Gelar Apel Siap Amankan Ramadhan dan Idul Fitri
Dua Wanita Remaja Asal Tolitoli Yang Lari Dari Rumah Ditemukan di Buol
Belasan Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Satgas Polres BuoI di Penginapan
Diduga Pengaruh Miras Dan Dendam Pribadi Dua Pemuda di Desa Lokodidi Saling Aduh Jotos
Samsat Buol Dan Polres Gelar Operasi Zebra Tinombala 2025: Tekan Tunggakan Pajak Kendaraan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:31

Sekda Buol Pimpin Rapat Sengketa Lahan Mopu, Libatkan Kejaksaan HinggaATR/BP

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:58

Polsek Bokat Salurkan Takjil, Wujud Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:54

Polres Buol Gelar Bukber Bersama Insan Pers, 3 Orang Anak Yatim Piatu Dapat Hagala

Senin, 2 Februari 2026 - 14:40

Polres Buol Gelar Apel Siap Amankan Ramadhan dan Idul Fitri

Senin, 5 Januari 2026 - 10:49

Dua Wanita Remaja Asal Tolitoli Yang Lari Dari Rumah Ditemukan di Buol

Berita Terbaru