BUOL! NEWSLINE. ID – Seorang ibu bernama Yanti (38) Pasien yang hamil mengalami pendarahan di ruangan Bersalin rumah sakit umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Kabupaten buol Sulawesi Tengah dugaan mengalami tindakan pelayanan kasar dari seorang oknum perawat berinisial YN peristiwa ini terjadi pada selasa malam (30/12) sekitar pukul 20.00 wita di ruangan 1D.
Berdasarkan informasi yang di himpun media ini di Rumah Sakit , Lulang Selaku Suami Yanti mengatakan saat istrinya yang terbaring lemah meminta kepada oknum tersebut untuk memperbaiki infus yang tidak berfungsi dengan baik sehingga darah menetes keluar, Lulang beberapa kali memanggil oknum tersebut di ruang pelayanan agar secepatnya datang untuk memperbaiki infus yang di pasang cairan agar berfungsi dengan normal, namun penyampaian tersebut tidak langsung di sahuti sehingga terjadi perdebatan adu mulut antara pasein dan oknum perawat., setelah terjadi keributan bukanya datang memperbaiki infus YN justru melepas infus di pergelangan tangan pasien dan tidak memasangnya kembali dan di hadapan pasien dan suami, YN memperlihatkan raut muka marah sambil membuka cadar penutup muka dan berkata “ lihat baik-baik muka saya silakan lapor kapada direkrut drumah sakit.
“begitulah kejadian yang di alami istri saya yang sudah 3 hari menjalani pengobatan mendapat perlakuan kasar dari oknum perawat. “ungkap Lulang Suami Pasien pada Media ini selasa (20/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantaun media ini kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari warga yang datang menjenguk keluarga mereka yang sakit dan terlebih lagi Wakil Bupati (Wabup) buol Moh Nasir Dj Daimaroto mendatangi langsung rumah sakit setalah mendapat informasi dari warga.
Wabup Nasir dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kejadian ini tidak boleh terulang lagi pihak rumah sakit harus memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan ramah kepada seluruh pasein yang sakit sampai sembuh.
“terkait masalah ini kita akan proses dan melakukan pemanggilan kepada pihak rumah sakit untuk di mintai penjelasan atas perlakuan pelayanan kepada pasien. “ Tegas Nasir.
Terpisah Direktur Utama (Dirut) RSUD Mokoyurli dr. Hj. Maryati A. Ismail, MARS Menjelaskan bahwa keluhan pasien yang mengalami dugaan perlakuan kasar dari seorang oknum perawat sudah di tindak lanjuti dan akan melakukan proses selanjutnya atas pelayanan yang di anggap tidak semestinya di lakukan seorang untuk perawat melayani pasien.
“.saya juga sudah di telpon pk wakil bupati untuk menindak lanjuti keluhan pasien tersebut.” Kata Dirut Maryati saat di hub lewat telpon WhtsAppnya. (tim)
Redaksi










