BUOL!NEWSLINE.ID, – Krisis kepemimpinan di tubuh Pengurus Provinsi Percasi Sulteng yang dinakhodai dr. Habibi Tobing dipastikan melumpuhkan pembinaan catur di daerah ini. Akibatnya, atlet catur Sulawesi Tengah terancam gagal tampil di Kejurnas Catur 2026 yang rencananya digelar 2 Oktober 2026 di Provinsi Banten.
Hal tersebut diungkapkan pemerhati sekaligus atlet catur Sulteng, Djoni Hatumira. Ia menilai roda organisasi Percasi Sulteng saat ini benar-benar mogok. Kepasifan pengurus membuat semua program kerja terhenti, termasuk persiapan atlet menuju event nasional.
“Optimisme kami pupus karena tidak ada gerakan sama sekali dari pengurus. Dengan kondisi seperti ini, kami yakin Sulteng gagal mengikuti Kejurnas. Waktunya sudah sangat mepet, sementara Kejurda atau seleksi atlet se-Sulteng saja belum dilaksanakan,” tegas Djoni kepada media ini Rabu 5/8/2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal Kejurda merupakan syarat teknis wajib agar seorang atlet bisa mewakili provinsi di Kejurnas. Jika tidak ada seleksi, maka Sulteng tidak akan memiliki wakil resmi dan otomatis dicoret dari daftar peserta.
Melihat situasi ini, para atlet catur Sulteng secara resmi memohon kepada Percasi Pusat agar segera mengambil langkah opsional. Langkah yang diminta adalah menggelar Musproplub Percasi Sulteng untuk menyelamatkan organisasi dan masa depan atlet.
Desakan serupa juga disampaikan kepada Gubernur Sulteng selaku Dewan Pembina Cabor. Para atlet meminta Gubernur bersikap tegas terhadap Pengprov Percasi Sulteng, menyusul adanya irrespektasi dari atlet dan mosi tidak percaya dari Pengkab-Pengkab Percasi se-Sulteng.
KONI Sulteng sebagai Dewan Pembina Cabor lainnya juga diminta turun tangan. Menurut Djoni, KONI harus mengambil langkah prioritas untuk menyelesaikan kekisruhan dan mengembalikan kepercayaan atlet kepada pengurus.
Di akhir pernyataannya, Djoni menyentil langsung Ketua Percasi Sulteng. “Semoga Saudara Ketua Habibi Tobing sadar diri, tau diri, dan jaga harga diri. Tunjukkan tanggung jawab moral dengan sikap ksatria untuk mundur. Jangan hukum hak-hak personal kami. Wadah ini sarana kami berprestasi. Kalau masih punya malu, mundur dengan hormat. Kami butuh pemimpin yang lebih baik dan akuntabel,” pungkas Jhoni yang baru saja mewakili Sulteng pada Kejurnas Catur di Sulbar (**)










