BUOL!Newsline.id-Polemik status asrama mahasiswa Kabupaten Buol di Jalan Rajawali, Kota Palu kembali mencuat. Mantan Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu angkat bicara dan menegaskan asrama tersebut semata bukan aset Kabupaten Tolitoli maupun Kabupaten Buol.
Menurut Abdullah lokasi asrama itu merupakan hibah dari orang tua Longki Djanggola sejak 20 tahun silam. Hal ini ia sampaikan berdasarkan pengalamannya saat masih menjabat hingga melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat yang juga dihadiri KPK dan delegasi dari kabupaten Tolitoli.
“Berdasarkan penjelasan saat saya menjabat hingga pertemuan dengan pemerintah pusat dan dihadiri KPK saat itu, bahwa lahan yang ditempati mahasiswa ini tidak terdaftar sebagai aset Kabupaten Tolitoli dan juga kabupaten Buol ” jelas Abdullah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Abdullah memaparkan lahan tersebut dibeli dari hasil kontribusi orang tua mahasiswa yang menuntut ilmu di Palu. Pembangunan asrama bahkan ditingkatkan saat kepemimpinan Amran Batalipu sebagai Bupati Buol.
“Asrama ini sekali lagi bukan aset Pemda Tolitoli dan bukan aset Pemda Buol. Murni asrama ini dibayar orang tua dulu melalui Koperasi Kopra sebelum kabupaten dimekarkan dari Kabupaten Tolitoli,” tegasnya.
Penegasan itu disampaikan Abdullah saat bersama forum Diskusi Jaga Rakyat serta mahasiswa dan alumni yang pernah tinggal di asrama Rajawali pada jumat 26 Juni 2026 di salah satu kafe di Buol.
Sebagian undangan yang hadir menyampaikan keberatan kepada Pemda Buol yang telah membuat surat pemberitahuan tentang lokasi asrama di Palu untuk diserahkan ke Pemda Buol.
Padahal menurut peserta diskusi asrama tersebut bukan aset di kedua pemda dan tidak tercatat pada Kementerian Dalam Negeri. “Saksi kepemilikan masih hidup, Longki Djanggola mantan Gubernur Sulteng. Saat ini yang menempati asrama adalah anak-anak Buol yang menuntut ilmu,” tambah Abdullah.
Ia berharap diskusi ini meluruskan pemahaman publik agar tidak terjadi provokasi terkait aset asrama mahasiswa Buol di Palu. Abdullah menegaskan sejarah kepemilikan asrama perlu diluruskan sesuai fakta agar tidak menimbulkan polemik baru.”kami minta semua pihak untuk tuut memperjuangkan lokasi asrama mahasiwa di Palu. ” Demikian mantan Wabup Buol Abdullah Batalipu. (“)
Penulis : Rustam Baculu










