Bukan Aset Tolitoli Apalagi Buol, Ini Penjelasan Abdullah Batalipu Soal Asrama Rajawali

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOL!Newsline.id-Polemik status asrama mahasiswa Kabupaten Buol di Jalan Rajawali, Kota Palu kembali mencuat. Mantan Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu angkat bicara dan menegaskan asrama tersebut semata bukan aset Kabupaten Tolitoli maupun Kabupaten Buol.

Menurut Abdullah  lokasi asrama itu merupakan hibah dari orang tua Longki Djanggola sejak 20 tahun silam. Hal ini ia sampaikan berdasarkan pengalamannya saat masih menjabat hingga melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat yang juga dihadiri KPK dan delegasi dari kabupaten Tolitoli.

“Berdasarkan penjelasan saat saya menjabat hingga pertemuan dengan pemerintah pusat dan dihadiri KPK saat itu, bahwa lahan yang ditempati mahasiswa ini tidak terdaftar sebagai aset Kabupaten Tolitoli dan juga kabupaten Buol ” jelas Abdullah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdullah memaparkan lahan tersebut dibeli dari hasil kontribusi orang tua mahasiswa yang menuntut ilmu di Palu. Pembangunan asrama bahkan ditingkatkan saat kepemimpinan Amran Batalipu sebagai Bupati Buol.

“Asrama ini sekali lagi bukan aset Pemda Tolitoli dan bukan aset Pemda Buol. Murni asrama ini dibayar orang tua dulu melalui Koperasi Kopra sebelum kabupaten dimekarkan dari Kabupaten Tolitoli,” tegasnya.

Penegasan itu disampaikan Abdullah saat  bersama forum Diskusi Jaga Rakyat  serta mahasiswa dan alumni yang pernah tinggal di asrama Rajawali pada jumat 26 Juni 2026 di salah satu kafe di Buol.

Sebagian  undangan yang hadir menyampaikan keberatan kepada Pemda Buol yang telah membuat surat pemberitahuan tentang lokasi asrama di Palu untuk diserahkan ke Pemda Buol.

Padahal menurut peserta diskusi asrama tersebut bukan aset di kedua pemda dan tidak tercatat pada Kementerian Dalam Negeri. “Saksi kepemilikan masih hidup, Longki Djanggola mantan Gubernur Sulteng. Saat ini yang menempati asrama adalah anak-anak Buol yang menuntut ilmu,” tambah Abdullah.

Ia berharap diskusi ini meluruskan pemahaman publik agar tidak terjadi provokasi terkait aset asrama mahasiswa Buol di Palu. Abdullah menegaskan sejarah kepemilikan asrama perlu diluruskan sesuai fakta agar tidak menimbulkan polemik baru.”kami minta semua pihak untuk tuut memperjuangkan lokasi asrama mahasiwa di Palu. ” Demikian mantan Wabup Buol Abdullah Batalipu. (“)

Penulis : Rustam Baculu

Berita Terkait

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur
Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol
Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja
Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal
Tonggak Sejarah Baru, Peletakan Batu Pertama Gedung KUA Kecamatan Gadung Digelar di Desa Bolagidun
Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah
Pemdes Tang Gandeng PT HIP Gelar Pengobatan Gratis dan Beri Cendramata untuk Lansia
PUPR Buol Prioritaskan Penataan Kota Biau dan Paleleh Wilayah Perbatasan Akan Jadi Ikon Daerah
Berita ini 150 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:38

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:58

Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:43

Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15

Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:25

Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah

Berita Terbaru