Buol,Newsline.id- Budaya gotong royong di Desa Duamayo, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, masih terus terjaga hingga saat ini. Kebersamaan masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi cermin kuatnya nilai kekeluargaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kerukunan antar umat beragama di desa tersebut juga menjadi salah satu kekuatan utama. Warga hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menghormati, sehingga suasana damai dan harmonis terus terpelihara dari generasi ke generasi.
Bentuk nyata gotong royong terlihat saat masyarakat bahu membahu mengangkat rumah kayu atau pinda rumah . Selain itu, kegiatan membuka kebun dan kerja bakti desa juga dilakukan secara bersama-sama. Setiap warga saling membantu tanpa membedakan latar belakang, sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Duamayo, Barto Layuk, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan warganya. Menurutnya, gotong royong bukan hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antar warga.
“Kami di Desa Duamayo masih terus mempertahankan budaya tolong menolong. Baik itu angkat rumah, buka kebun, maupun kerja bakti, semua dilakukan bersama. Ini sudah menjadi tradisi yang kami jaga,” kata Barto kepada media ini, Selasa (7/7/2026).
Ia berharap nilai-nilai gotong royong dan kerukunan yang ada di Desa Duamayo dapat terus dilestarikan. Pemerintah desa juga berkomitmen mendukung setiap kegiatan masyarakat yang memperkuat kebersamaan, sebagai modal penting dalam membangun desa yang maju dan harmoni*Judul:*
*Budaya Gotong Royong dan Kerukunan di Desa Duamayo Bokat Jadi Teladan*
*Buol, http://Newsline.id* – Budaya gotong royong di Desa Duamayo, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, masih terus terjaga hingga saat ini. Kebersamaan masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi cermin kuatnya nilai kekeluargaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kerukunan antar umat beragama di desa tersebut juga menjadi salah satu kekuatan utama. Warga hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menghormati, sehingga suasana damai dan harmonis terus terpelihara dari generasi ke generasi.
Bentuk nyata gotong royong terlihat saat masyarakat bahu membahu mengangkat rumah kayu. Selain itu, kegiatan membuka kebun dan kerja bakti desa juga dilakukan secara bersama-sama. Setiap warga saling membantu tanpa membedakan latar belakang, sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kepala Desa Duamayo, Barto Layuk, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan warganya. Menurutnya, gotong royong bukan hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antar warga.
“Kami di Desa Duamayo masih terus mempertahankan budaya tolong menolong. Baik itu angkat rumah, buka kebun, maupun kerja bakti, semua dilakukan bersama. Ini sudah menjadi tradisi yang kami jaga,” kata Barto kepada media ini, Selasa (7/7/2026).
Ia berharap nilai-nilai gotong royong dan kerukunan yang ada di Desa Duamayo dapat terus dilestarikan. Pemerintah desa juga berkomitmen mendukung setiap kegiatan masyarakat yang memperkuat kebersamaan, sebagai modal penting dalam membangun desa yang maju dan harmonis.(**)










