Untad Kukuhkan 13 Guru Besar Dua Putra Terbaik Buol Raih Jabatan Akademik Tertinggi

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOl- Universitas Tadulako (Untad) kembali memperkuat kapasitas akademiknya melalui pengukuhan 13 Guru Besar baru dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dan Penerimaan Anggota Dewan Guru Besar Universitas Tadulako yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Senin (26/1/2026).

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., (tautan tidak tersedia), dan dihadiri Rektor Universitas Tadulako, jajaran pimpinan universitas, anggota senat, civitas akademika, serta keluarga para guru besar yang dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian akademik para dosen yang berhasil meraih jabatan fungsional tertinggi sebagai Guru Besar. Ia menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang, dedikasi, serta konsistensi dalam pengembangan keilmuan dan tridarma perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor mengungkapkan bahwa secara nasional, jumlah Guru Besar di Indonesia masih relatif terbatas. Dari total 312.626 dosen aktif, hanya sekitar 2,61 persen yang menyandang gelar Profesor atau Guru Besar. Kondisi tersebut juga tercermin di Universitas Tadulako. Menurut Rektor, dari 1.535 dosen yang dimiliki Untad, saat ini terdapat 133 Guru Besar, termasuk 13 yang dikukuhkan hari ini serta tujuh lainnya yang masih menunggu Surat Keputusan.

Persentase ini masih berada di kisaran delapan persen. Menurutnya, Guru Besar memiliki peran strategis sebagai motor penggerak riset unggulan, pengembang tradisi akademik, serta kontributor utama solusi ilmiah bagi persoalan masyarakat dan pembangunan nasional.

Oleh karena itu, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penguatan kapasitas institusi melalui sumber daya manusia yang telah teruji keilmuannya.

Dari 13 Guru Besar yang dikukuhkan, dua di antaranya merupakan putra terbaik asal Kabupaten Buol, yakni Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman,M.Si dan Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes. Kehadiran keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Buol, sekaligus bukti kontribusi daerah dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di tingkat nasional.

Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman M Si Lahir di Desa Kantanan, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Ekologi dan Taksonomi Tumbuhan pada Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tadulako dengan TMT 1 Oktober 2025. Ia dikenal sebagai akademisi dengan kepakaran di bidang ekologi tumbuhan dan keanekaragaman hayati tropis, khususnya bioprospeksi tumbuhan famili Araceae.

Selain aktif dalam riset dan publikasi ilmiah nasional maupun internasional, Prof. Samsurizal juga berpengalaman dalam berbagai jabatan strategis di lingkungan Untad, lembaga penelitian, serta sebagai tenaga ahli bidang lingkungan hidup di tingkat daerah.

Sementara itu, Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes., putra kelahiran Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Biokimia Gizi pada Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako dengan TMT 1 Juli 2025. Kiprahnya dikenal luas dalam riset pangan fungsional berbasis potensi lokal, intervensi gizi, serta percepatan penurunan stunting.

Selain berpengalaman memimpin program studi dan fakultas, Prof. Jamaludin juga aktif sebagai tenaga ahli dan narasumber dalam berbagai program strategis kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah dan tingkat nasional.

Pengukuhan dua Guru Besar asal Kabupaten Buol tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga mencerminkan keberhasilan daerah dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi, dan pembangunan masyarakat.

Melalui momentum ini, Universitas Tadulako menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas dosen dan riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.(*)

Sumber Berita Diskominfo Buol

Berita Terkait

Modus Baru Terbongkar di Buol : Rutin Perpanjang Barcode Tapi Tak Pernah Melaut, Nelayan Diduga Jadi Calo BBM
Bongkar Biang Kerok Antrean BBM di Buol Kadis Perikanan : Banyak Nelayan Bodong Pakai Barcode Kadaluarsa
Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol
Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus
Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026
Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan
PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan
Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:01

Modus Baru Terbongkar di Buol : Rutin Perpanjang Barcode Tapi Tak Pernah Melaut, Nelayan Diduga Jadi Calo BBM

Jumat, 18 September 2026 - 14:49

Bongkar Biang Kerok Antrean BBM di Buol Kadis Perikanan : Banyak Nelayan Bodong Pakai Barcode Kadaluarsa

Rabu, 16 September 2026 - 22:38

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol

Rabu, 16 September 2026 - 00:11

Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026

Senin, 14 September 2026 - 20:20

Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan

Berita Terbaru