Tiga Oknum PNS Pemilik Ternak Berkeliaran Tidak Taat Aturan Warga Desa Minta Ditindak Tegas

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOL! NEWSLINE.ID – Desa Kodolagon, sebuah desa yang diharapkan menjadi contoh ketertiban dan kepatuhan masyarakat, justru diwarnai dengan situasi yang ironis. Kebijakan penertiban ternak yang telah disepakati oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kodolagon ternyata menghadapi “benturan” di akar rumput. Warga desa, yang sebagian besar petani dan peternak, telah mengikuti aturan yang ada berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2017 tentang Penertiban Ternak.

Berdasarkan informasi yang di Himpun media ini bahwa, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memilki ternak sapi berkeliaran di desa Kodolagon   berinisial IRL, IMD, dan RN, mengabaikan aturan tersebut. Sapi-sapi milik mereka berkeliaran siang dan malam, tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah desa. Hal ini membuat warga desa merasa tidak puas dan menyayangkan sikap pemerintah desa yang terkesan tebang pilih dalam menertibkan dan menangkap ternak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa sapi milik oknum PNS itu masih berkeliaran, sementara kami yang masyarakat biasa sudah mengikuti aturan “keluh seorang warga desa yang enggan di sebut namanya pada media dan tidak terima dengan perlakuan pemerintah desa.

Ia meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk turun langsung dalam menertibkan ternak di Kodolagon, terutama di sore hingga malam hari.

Warga desa tersebut juga merasa bahwa pemerintah desa tidak adil dalam penindakan, karena hanya warga biasa yang terkena sanksi, sementara oknum PNS yang melanggar aturan tidak diapa-apakan.

“Kami ingin keadilan, bukan hanya sekedar aturan yang ada di atas kertas,” tegasnya.

Kepala Desa Kodolagon Samsudin Sorapel  tidak memberikan respon yang jelas ketika dihubungi Wartawan hal ini semakin menambah ketidakpuasan warga desa yang merasa bahwa pemerintah desa tidak serius dalam menertibkan ternak.

Situasi di Desa Kodolagon ini menjadi contoh bahwa penertiban ternak tidak hanya memerlukan kebijakan yang baik, tetapi juga penegakan aturan yang adil dan konsisten. Warga desa berharap agar pemerintah desa dan Satpol PP dapat bekerja sama untuk menertibkan ternak dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.(*/tim)

Berita Terkait

Kantongi Dana Rp2 Miliar Bupati Buol Pimpin Rapat Matangkan TC 21 Cabor Jelang Porprov Sulteng di Morowali
Pimpin Sertijab 15 Pejabat Kecamatan dan Kelurahan, Sekda Buol Ingatkan Jangan Cuma Duduk di Kantor
Ikuti Rakor Inflasi Kemendagri, Wabup Buol Siapkan Jurus Jaga Harga dan Kawal Sertifikat Gratis untuk Warga Miskin
Wabup Buol Hadiri Entry Meeting BPK, Siap Kawal Pemeriksaan Dana Pendidikan Hingga Semester I 2026
19 Tokoh Pejuang Buol Bersatu Kawal Perda Penghargaan Pejuang, Sekda: Siapapun Bupatinya Wajib Hargai Pejuang
Rumah Lapuk Tukang Kayu di Kulango Disulap TNI Jadi Layak Huni
Dari Ruang Kelas di Ujung Bokat ke Pucuk Disdikbud, Mahmud U Timumun Buktikan Dedikasi Guru Berbuah Kepercayaan
Bupati Buol Lantik 158 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tegaskan Jabatan Adalah Pengabdian
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:32

Kantongi Dana Rp2 Miliar Bupati Buol Pimpin Rapat Matangkan TC 21 Cabor Jelang Porprov Sulteng di Morowali

Jumat, 6 November 2026 - 09:04

Pimpin Sertijab 15 Pejabat Kecamatan dan Kelurahan, Sekda Buol Ingatkan Jangan Cuma Duduk di Kantor

Jumat, 6 November 2026 - 08:52

Ikuti Rakor Inflasi Kemendagri, Wabup Buol Siapkan Jurus Jaga Harga dan Kawal Sertifikat Gratis untuk Warga Miskin

Jumat, 6 November 2026 - 08:44

Wabup Buol Hadiri Entry Meeting BPK, Siap Kawal Pemeriksaan Dana Pendidikan Hingga Semester I 2026

Jumat, 6 November 2026 - 08:24

19 Tokoh Pejuang Buol Bersatu Kawal Perda Penghargaan Pejuang, Sekda: Siapapun Bupatinya Wajib Hargai Pejuang

Berita Terbaru