“Serakahnomicks” Penyebab Hutan Sumatera Tidak Mampu Menahan Banjir Bandang

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta! NEWSLINE. ID– Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) menegaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan konsekuensi langsung dari praktik pembangunan yang mereka sebut sebagai “Serakahnomics” sebuah model ekonomi rakus yang digerakkan oleh imperialisme, oligarki, dan birokrat korup.

‎Menurut EN-LMND, Serakahnomics bekerja melalui ekspansi industri ekstraktif tak terkendali yang mengutamakan keuntungan kelompok elite, dari korporasi besar hingga pejabat yang memfasilitasi perizinan, sambil mengabaikan keselamatan ekologis dan ruang hidup rakyat. Pembukaan lahan sawit, operasi tambang, dan berbagai eksploitasi lain di kawasan hulu dinilai merusak penyangga lingkungan, menghilangkan resapan air, serta memperparah sedimentasi sungai.

‎Dampak bencana ini terbilang sangat besar. Data BNPB mencatat lebih dari 750 warga meninggal, 650 orang masih hilang, dan 3,3 juta penduduk terdampak. Tim SAR juga mengevakuasi lebih dari 33 ribu warga, angka yang masih berpotensi meningkat seiring terbukanya akses ke daerah terisolasi.

‎EN-LMND menekankan bahwa curah hujan ekstrem hanyalah pemicu teknis. Penyebab utamanya adalah kombinasi kekuatan imperialisme yang mendorong ekstraksi sumber daya, oligarki yang menguasai lahan dan investasi, serta birokrasi korup yang memberi izin tanpa pengawasan ketat.

‎“Banjir ini lahir dari kerakusan yang dilegalkan melalui praktik Serakahnomics yaitu imperialisme, oligarki, dan birokrat korup yang menghancurkan lingkungan. Selama model pembangunan ini dipertahankan, rakyat akan terus menjadi korban,” tegas Wakil Ketua Umum Dalam Negeri EN-LMND, Agung Trianto pada Rabu,03 Desember 2025.

‎Ia juga mengecam negara yang dinilai terlalu lemah menghadapi kepentingan korporasi. “Negara tidak boleh terus menjadi penonton ketika ruang hidup rakyat dirampas oleh kaum Serakahnomics” ujarnya.

‎EN-LMND mendesak pemerintah mengambil langkah struktural jangka panjang, bukan hanya merespons darurat. Mereka menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan penting, tetapi akar masalah sistemik tidak boleh diabaikan.

Adapun tuntutan utama EN-LMND Meliputi:

‎Moratorium total izin baru industri ekstraktif dan perkebunan sawit skala besar di kawasan hulu dan wilayah rawan bencana.

‎Audit lingkungan menyeluruh dan penindakan tegas terhadap perusahaan pelanggar.
‎‎Restorasi ekologis segera pada DAS kritis dan pemulihan kawasan lindung.

‎Penataan ulang tata ruang berbasis kerentanan iklim.
‎Percepatan reforma agraria untuk mengurangi ketimpangan penguasaan lahan yang menjadi lahan basah oligarki.
‎Transparansi penuh atas izin, AMDAL, dan kepatuhan perusahaan.
‎Penegakan hukum tanpa kompromi terhadap korporasi perusak lingkungan.
‎Seruan bangun persatuan nasional lawan kaum Serakahnomics dan Menangkan Pancasila.

‎EN-LMND menegaskan bahwa tanpa perubahan mendasar dalam arah kebijakan pembangunan, bencana serupa akan terus mengancam wilayah Sumatera dan daerah lain di Indonesia.(*)

Redaksi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Dari Jakarta untuk Buol : Bupati Risharyudi Perjuangkan Koperasi Rakyat
Koperasi di Buol Siap Naik Kelas Bupati Minta Dukungan Permodalan ke Wamenkop RI
Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi
Bupati Buol Hadiri Agenda Strategis Nasional Fokus pada SDM dan Pengentasan Kemiskinan
Bupati Bowo Paparkan Kesiapan Sekolah Rakyat ke Sekjend Kemensos Sebagai Bukti Komitmen Dengan Rakyat
AMM Desak Penyelidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Rp37 Miliar Di Buol Sulteng
Bupati Buol Hadiri Rakornas Kepegawaian BKN Bahas Birokrasi Pelayanan Publik Berkualitas
Pembangunan Satu Kopdes Merah Putih Capai Rp 1,6 M
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:36

Dari Jakarta untuk Buol : Bupati Risharyudi Perjuangkan Koperasi Rakyat

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:42

Koperasi di Buol Siap Naik Kelas Bupati Minta Dukungan Permodalan ke Wamenkop RI

Sabtu, 18 April 2026 - 19:00

Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:42

Bupati Buol Hadiri Agenda Strategis Nasional Fokus pada SDM dan Pengentasan Kemiskinan

Senin, 8 Desember 2025 - 17:04

Bupati Bowo Paparkan Kesiapan Sekolah Rakyat ke Sekjend Kemensos Sebagai Bukti Komitmen Dengan Rakyat

Berita Terbaru