PARIMO! NEWSLINE. ID – Kepala Desa Dusunan, Masrin Kecamatan Tinombo selaku Pemerintah Desa (Pemdes) memaparkan perkembangan desa sejak dirinya dilantik pada tahun 2022, serta menyampaikan sejumlah harapan untuk masa depan desa.
Pada Media ini Senin 11/8/2025 , Kades Masrin menyampaikan bahwa salah satu fokus pemerintah desa adalah memperluas jangkauan program pemerintah, termasuk BPJS Kesehatan, bantuan tunai, dan PKH.
“Alhamdulillah, sejak 2022 hingga 2025 jumlah penerima manfaat meningkat, sesuai data masyarakat miskin yang ada di desa,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, di awal masa jabatannya, Masrin menemukan masih ada dua lorong jalan desa sepanjang sekitar 700–800 meter yang belum memiliki jaringan listrik. Berkat upaya berulang kali mengajukan permohonan ke PLN, dalam empat bulan seluruh wilayah tersebut akhirnya teraliri listrik. Pemerintah Provinsi juga membantu dengan 70 unit meteran listrik, menyisakan 14 rumah yang belum memiliki meteran hingga saat ini.
Masrin juga menyoroti tantangan besar desa, khususnya ketersediaan MCK dan sanitasi yang layak. Dengan anggaran pembangunan sekitar Rp100 juta per tahun, pemerintah desa harus membagi prioritas untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
“Saya sudah mengajukan proposal ke Gubernur dan Bupati, berharap segera direspons, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Sejak Januari 2023, Desa Dusunan mengalami pemekaran dari 3 dusun menjadi 4 dusun, dengan jumlah penduduk lebih dari 1.100 jiwa. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah pelayanan dan pemerataan pembangunan sesuai karakteristik mata pencaharian warga, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan. Saat ini, desa memiliki dua PAUD, posyandu, sekolah dasar, madrasah, serta masyarakat yang juga berprofesi sebagai pengojek.
Masrin mengapresiasi peran besar warga dalam pembangunan. “Tanpa mereka, pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak. Hampir setiap Sabtu ada kerja bakti, dan masyarakat aktif membangun dua masjid, membentuk BUMDes, koperasi, serta menghadiri rapat-rapat desa,” ungkapnya.
Menjelang peringatan HUT RI ke-80, Masrin mengajak warga untuk terus bersemangat mengisi kemerdekaan, meski di tengah tantangan ekonomi. Ia menyoroti tingginya harga beras yang memberatkan masyarakat, padahal Parigi Moutong dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi Tengah.
“Tolong pemerintah pusat dan daerah menstabilkan harga pasar. Kita jangan sampai mati di lumbung padi,” tegasnya. Masrin juga berharap pemerintah pusat tidak hanya mengandalkan pajak sebagai sumber pendapatan negara, karena beban pajak berlapis dapat menghambat kemajuan UMKM di desa.
“Momentum 80 tahun kemerdekaan ini seharusnya menjadi ajang pembenahan, memastikan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya, sebagai pemerintah desa, wajib memastikan pelayanan dan manfaat darinegara hadir secara maksimal,” pungkas Masrin. (Alvin).










