Viral! Dokter Anak Soroti Kebiasaan Orangtua Beri Snack dan Teh Manis ke Balita: “Bahaya untuk Tumbuh Kembang Anak”

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id –Sebuah video edukasi dari seorang dokter anak baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video tersebut, dokter tersebut menyampaikan kekhawatirannya terhadap kebiasaan sejumlah orangtua yang memberikan camilan ringan (snack) dalam kemasan dan teh manis kepada anak balita. Video itu memancing banyak perhatian karena disampaikan dengan nada tegas dan penuh keprihatinan.

“Ini sudah terlalu sering terjadi. Anak-anak balita dikasih teh manis dan snack hampir setiap hari. Jangan heran kalau nanti banyak yang mengalami stunting, obesitas, atau gangguan kesehatan lainnya sejak kecil,” ujar dokter tersebut dalam video berdurasi sekitar dua menit.

Ia menjelaskan bahwa makanan dan minuman seperti itu mengandung kadar gula, garam, dan bahan aditif tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun. Kandungan nutrisi yang rendah dalam produk-produk tersebut tidak mendukung pertumbuhan optimal, bahkan berisiko mengganggu perkembangan otak dan fisik anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Snack dan teh manis, lanjutnya, sering dianggap sebagai camilan ringan yang wajar dikonsumsi anak-anak. Padahal, riset menunjukkan konsumsi rutin makanan ultra-proses dan minuman manis pada usia dini berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gizi buruk tersembunyi (hidden hunger), yakni kekurangan zat gizi penting meskipun berat badan anak tampak normal.

Video tersebut pun menuai reaksi beragam. Banyak netizen yang mendukung pesan sang dokter dan mengaku tersadar akan pentingnya memberikan makanan sehat sejak dini. Namun, sebagian lainnya mengangkat isu keterbatasan ekonomi, menyebut bahwa tidak semua keluarga memiliki akses mudah ke makanan sehat.

Menanggapi hal tersebut, sang dokter mengatakan bahwa makanan sehat tidak harus mahal. “Kita bisa mulai dari yang sederhana—telur, tahu, tempe, sayur rebus, buah lokal. Itu jauh lebih baik ketimbang teh manis atau camilan kemasan,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan RI sendiri telah berulang kali mengingatkan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang kepada anak-anak, terutama dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan tumbuh kembang jangka panjang.

Kebiasaan makan anak adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, lingkungan, dan pemerintah. Edukasi gizi yang konsisten dan mudah dipahami sangat diperlukan agar masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih sehat, terjangkau, dan tepat untuk generasi masa depan. (*)

Berita Terkait

Buol Pecah : Djoni Hatimura Harumkan Nama Daerah Taklukkan Para Master dan Raih Gelar MN di Banten
Selangkah Lagi Gelar Master : Pecatur Buol Jhoni Hatimura Tak Terkalahkan di 6 Babak Kejurnas Catur Di Kota Serang
Luar Biasa Tanpa Gelar Master : Jhoni Hatimura Asal Buol Bikin Repot Para Master di Kejurnas Catur Nasional
NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali
Harga Eceran Pertalite di Buol Tembus Rp30 Ribu, Warga: Kami Dicekik Pengecer
90 Hektare Ludes di Binuang, 34 Titik Api Kepung Buol – Petugas Padamkan Pakai Alat Seadanya
Tangis Petani Buol :  Lahan Kering Tanaman Mati dan Ancaman Gagal Panen
Ketua Percasi Sulteng Didesak Mundur Usai Batalkan Kejurprov : Kota Palu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15

Buol Pecah : Djoni Hatimura Harumkan Nama Daerah Taklukkan Para Master dan Raih Gelar MN di Banten

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56

Selangkah Lagi Gelar Master : Pecatur Buol Jhoni Hatimura Tak Terkalahkan di 6 Babak Kejurnas Catur Di Kota Serang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:56

Luar Biasa Tanpa Gelar Master : Jhoni Hatimura Asal Buol Bikin Repot Para Master di Kejurnas Catur Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 22:53

NGERI : Kantor DPRD Buol Nyaris Dilalap Si Jago Merah Karhutla Kian Tak Terkendali

Kamis, 17 September 2026 - 09:46

Harga Eceran Pertalite di Buol Tembus Rp30 Ribu, Warga: Kami Dicekik Pengecer

Berita Terbaru