BUOl! Newsline. Id – Kondisi Gedung BPU dan Kantor Kecamatan Tiloan kini memprihatinkan. Plafon runtuh, atap bocor, dan genangan air saat hujan membuat aktivitas pelayanan publik terganggu. Camat Tiloan, Jufri Lamadang, SE., mendesak Pemerintah Kabupaten Buol segera mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi.
Permintaan itu disampaikan saat dikonfirmasi _newsune_ di ruang kerjanya, Kamis 21/6/2026. Menurut Camat Jufri, bangunan yang sudah berdiri puluhan tahun belum pernah mendapat perbaikan signifikan meski pengusulan anggaran rutin dilakukan setiap tahun.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan melalui mekanisme APBD, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Padahal kondisi gedung sudah sangat memprihatinkan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan mulai muncul sejak sepuluh tahun terakhir dan semakin parah seiring bertambahnya usia bangunan. Bagian atap banyak yang bocor, plafon runtuh di beberapa titik, dan air kerap menggenangi ruangan saat musim hujan. Kondisi ini langsung berdampak pada kenyamanan kerja pegawai dan pelayanan warga.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan pegawai, tapi menyangkut pelayanan masyarakat. Kantor camat dan gedung BPU adalah pusat pelayanan publik, harusnya bisa difungsikan secara optimal,” tegasnya.
Desakan serupa juga datang dari tokoh masyarakat Kecamatan Tiloan. Mereka meminta Pemkab Buol, khususnya Bupati, memberi perhatian serius karena bangunan dinilai sudah tidak layak pakai.
“Kami minta agar dana APBD bisa segera dialokasikan untuk rehab berat. Banyak bagian atap yang bocor, dinding terkelupas, dan plafon rusak parah,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Warga berharap proses perbaikan tidak lagi tertunda. Mengingat peran kantor kecamatan Tiloan sebagai garda terdepan pelayanan administrasi dan pemerintahan di tingkat lokal, rehabilitasi dianggap mendesak agar pelayanan tetap berjalan optimal.(*)
Penulis : Irwansyah
Sumber Berita: Liputan di Kantor BPU dan Camat Tiloan










