Jalan Rusak 8 Tahun di Suraya Warga Bertanya: Pemkab Buol dan PT PALMA Tutup Mata

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol! Newsline. Id– Akses jalan menuju Desa Suraya Kecamatan Momunu kabupaten Buol sulteng sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari pusat Desa Momunu, kini berubah menjadi kubangan lumpur. Sejak terakhir kali diaspal pada 2017 kondisi jalan tidak pernah mendapat perbaikan berarti. Warga menilai pemerintah Kabupaten Buol bersikap pilih kasih terhadap wilayah mereka.

Kerusakan parah membuat roda perekonomian desa hampir lumpuh. Aktivitas transportasi terhambat, hasil pertanian sulit keluar dan pelayanan dasar menjadi terhambat. Di musim kemarau debu beterbangan, sedangkan saat hujan jalan berubah menjadi kubangan licin yang membahayakan pengendara.

Yang membuat warga geram pabrik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT PALMA yang beroperasi di sekitar desa itu dinilai tidak peduli. Padahal sebagian besar hasil panen petani sawit di Suraya justru masuk ke perusahaan tersebut. Seharusnya ada tanggung jawab sosial untuk menjaga akses jalan yang mereka gunakan setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah beberapa kali mengirim surat dan proposal meminta bantuan perusahaan untuk menimbun jalan rusak. Tapi tidak pernah ditanggapi dengan baik,” ujar Kepala Desa Suraya Mega Makur kepada media pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya kondisi jalan sudah berlubang di mana-mana. “Jika musim hujan, jalan licin dan becek. Pengendara bahkan sulit membedakan mana jalan bagus dan mana yang berlubang,” ungkapnya dengan nada kesal.

Mega Makur menambahkan pihaknya telah dua kali meminta bantuan langsung ke manajemen PT PALMA. Namun hingga kini tidak ada respons. Padahal perusahaan besar itu seharusnya melihat bahwa kelancaran transportasi juga berdampak pada kelancaran pasokan tandan buah sawit dari petani.demikian juga usulan dari desa pada setiap musrembang tetap di masukan ke pemda agar mendapat perhatian namun hingga kini belum ada respon.

Kini aktifitas aparat desa, guru, siswa, hingga petani yang hendak menjual hasil panen semuanya terkendala. Warga mempertanyakan komitmen Pemkab Buol dan PT PALMA dalam membangun desa. Jika dibiarkan, akses yang lumpuh ini hanya akan memperlebar jurang ketimpangan antara desa dan pusat kabupaten.”kami berharap pemda Buol dapat mengalokasikan anggaran perbaikan jalan di desa ini agar aktifitas petani dan masyarakat berjalan, plus ekonomi desa berjalan dengan  baik. ” Pungkas Kades Suraya Mega Makur. (**)

Berita Terkait

Plafon Runtuh, Atap Bocor: BPU Dan Kantor Kecamatan Tiloan Butuh Perhatian Pemda
Pemdes Balau Tetap Buka Pelayanan Meski Anggaran Masih Dalam Proses
Pemdes Balau Dorong Ketahanan Pangan Lewat Bantuan Ternak Itik dan Benih Padi
Pengurus KONI Buol 2026–2030 Resmi Dilantik Target Masuk 5 Besar Porprov di Morowali Tahun Ini
Polres Buol Gelar Panen Raya Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Saat Beras Mahal, Buol Pilih Bertaruh pada Hutan Sagu
Mantan Kapolsek Paleleh Iptu Ridwan : Jabat Sebagai Kasat Narkoba Polres Buol
Harga Kebutuhan Pokok di Buol Stabil Jelang Idul Adha, Telur dan Minyak Goreng Malah Turun
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:42

Plafon Runtuh, Atap Bocor: BPU Dan Kantor Kecamatan Tiloan Butuh Perhatian Pemda

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:58

Pemdes Balau Tetap Buka Pelayanan Meski Anggaran Masih Dalam Proses

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:16

Jalan Rusak 8 Tahun di Suraya Warga Bertanya: Pemkab Buol dan PT PALMA Tutup Mata

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:54

Pemdes Balau Dorong Ketahanan Pangan Lewat Bantuan Ternak Itik dan Benih Padi

Senin, 18 Mei 2026 - 19:39

Pengurus KONI Buol 2026–2030 Resmi Dilantik Target Masuk 5 Besar Porprov di Morowali Tahun Ini

Berita Terbaru