BUOL! NEWSLINE. ID – Pekerjaan rehab 9 bangunan di SMA 1 Bokat yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp rp 2,1 miliar Diduga tidak selesai hingga akhir tahun 2025., karena lambat pekerjaanya, Warga setempat mempertanyakan transparansi proyek tersebut karena tidak adanya papan proyek yang jelas untuk mengetahui besaran anggaran uang rakyat yang di gunakan.
Ilham, selaku Panitia pekerjaan mengatakan bahwa proyek tersebut sudah mencapai 50-70 persen, namun warga masih mempertanyakan kelancaran proyek tersebut.
“kalau papan proyek yang lama memang kami simpan dalam ruangan Panitia dan tidak di pasang, sekarang tinggal tunggu papan pengenal yang baru setelah itu kami pasang. “.ujar Ilham pada media ini jumat (7/11/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sekolah SMA 1 Bokat, Masita, menjelaskan bahwa papan pengenal belum dipasang karena ada perubahan anggaran dan volume pekerjaan sehingga harus menunggu angka perubahan anggaran dulu baru di cetak dan di pasang. Ia juga menyebut bahwa pihak sekolah sudah transparan kepada masyarakat.
“Anggaran awal Rp 2,1 miliar akan berkurang, dan waktu pengerjaan sekolah kami sekitar berapa puluh juta di pangkas, dan awalnya waktu pelaksanaan 180 hari kalender akan diubah, oleh kementrian. ” jelas Masita.
Kepsek Masita saat ini sedang menghadiri undangan Kementerian di Jakarta untuk membahas pengurangan anggaran pekerjaan tersebut. Warga berharap agar proyek rehab SMA 1 Bokat dapat diselesaikan dengan baik dan transparan serta tepat waktu.
. “ yang pasti kami sekolah dan seluruh Panitia komitmen menyelesaikan pekerjaan hingga akhir tahun, supaya anggaran terserap dan tidak di kembalikan. “ demikian Kepsek Masita. (Utam).










