Program Posyandu Integrasi Layanan Primer

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol!NEWSLINE.ID – Wakil Bupati Buol, Dr. H. Mohamad Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar A. Lahamade, S.Farm., Apt., M.AP, secara resmi membuka Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Internalisasi Program Posyandu Integrasi Layanan Primer yang digelar di Hotel Surya Wisata, Kamis (4/12) pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Camat se-Kabupaten Buol, Kepala Puskesmas, Pengurus TAPI-PKK Kabupaten Buol, serta kader Posyandu. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.

Ketua Panitia, Hadijah Abdurrahman, SST., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa Posyandu merupakan pos pelayanan terpadu yang menjadi mitra pemerintah desa maupun kelurahan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Posyandu berperan memberikan layanan kesehatan pada seluruh siklus kehidupan—mulai dari remaja, ibu hamil, bayi, balita hingga lansia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa Posyandu 6 SPM adalah model pelayanan yang menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan sebagai langkah peningkatan kualitas layanan dasar di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya penguatan koordinasi, negosiasi, serta integrasi sistem layanan dalam pelaksanaan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu telah hadir dan berfungsi efektif bahkan sebelum lahirnya berbagai kebijakan kesehatan modern.

Wabup juga menyoroti masih adanya wilayah di Indonesia yang belum memiliki pencatatan ibu hamil maupun data kesehatan yang memadai. Kondisi tersebut, ujarnya, bukan semata soal pemenuhan paket atau indikator kinerja, tetapi berkaitan erat dengan tanggung jawab pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah desa dapat bekerja secara kolaboratif agar data dan layanan kesehatan dapat dimanfaatkan secara tepat di setiap desa dan kecamatan.

Lebih lanjut, Wabup menekankan peran strategis Tim Penggerak PKK, khususnya para istri kepala desa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Posyandu, katanya, harus menjadi gerbang utama dalam mendeteksi kondisi kesehatan ibu hamil, potensi stunting, risiko pernikahan dini, hingga persoalan sosial-ekonomi yang berpengaruh pada kesejahteraan keluarga.(*)

Redaksi

Berita Terkait

Wabup Buol Buka Musrenbang 2027: Pertanian Jadi Tulang Punggung Entaskan Kemiskinan dan Stunting
Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi
Kemenag Buol Turun ke Tiga KUA, Pastikan Layanan Nikah dan Moderasi Beragama Jalan
Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet
RTH Buol Jadi Lokasi Halal Bihalal : DLH Ajak OPD Bangun Infrastruktur Hijau
Kajati Sulteng Kunjungi Buol Perkuat Pengawalan Pembangunan Daerah
SMK Negeri 1 Bokat Gelar UKK Mandiri TKJ Gandeng Dinas Kominfo Buol
Sekda Buol Terima Tim Komisi Informasi Sulteng Bahas KIP
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:36

Wabup Buol Buka Musrenbang 2027: Pertanian Jadi Tulang Punggung Entaskan Kemiskinan dan Stunting

Sabtu, 18 April 2026 - 19:00

Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi

Jumat, 17 April 2026 - 14:00

Kemenag Buol Turun ke Tiga KUA, Pastikan Layanan Nikah dan Moderasi Beragama Jalan

Jumat, 17 April 2026 - 13:09

Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet

Kamis, 16 April 2026 - 07:37

RTH Buol Jadi Lokasi Halal Bihalal : DLH Ajak OPD Bangun Infrastruktur Hijau

Berita Terbaru