Pengelolah MBG Bokat ,Telur Pembagian Diduga Busuk Bukan Dikonsumsi Disekolah Tapi Dirumah Melawati 4 Jam

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, menuai sorotan dari para wali murid. Mereka mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi yang dianggap kurang higienis.

Salah seorang wali murid di SDN 2 Bokat berinisial MP mengungkapkan, anaknya sempat membawa pulang telur rebus dari program MBG yang disajikan diketahui sudah tidak layak konsumsi.

“Telurnya busuk, baunya menyengat, saya sempat videolkan soal telur busuk itu, ” beber MP kepada Wartawan Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Pihak pengelola dapur MBG dan SPPG seharusnya lebih memperhatikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak, apalagi kondisi telur yang diberikan tidak di kupas, sehingga tidak tau apakah bagus atau busuk,” ujarnya
Sementara itu pihak penyedia makanan atau dapur SPPG Bongo Jefriyanto yang melayani wilayah Bokat saat dikonfirmasi media menjeleskan bahwa apa yang diposting salah satu orang tua murid terkait telur busuk yang ditemukan itu dikonsumsi malam hari saat dibawah ke rumah tidak dikosumsi saat dibagikan pada pagi hari. Sehingga pihaknya bisa menukar telur yang busuk jika ada laporan langsung dari pihak sekolah.

“ jadi telur yang busuk itu dikonsumsi saat malam hari bukan di sekolah dan kalaupun ada masala pasti  telurnya bisa ditukar ,telur itu siswa  bawah ke rumah sudah lewat dari  4 jam dan itu bukan tanggung jawab Pengelolah,” ujar Jefriyanto.

Ia,menjelaskan untuk penyaluran menu makanan ke masing-masing sekolah itu dilakukan dapur SPPG selaku penanggungjawab program mereka memantau slama penyaluran hingga ke seluruh sekolah yang ada mula pukul 9 pagi.

“ jika ada kesalahan atau ada menu yang tidak sesuai dan tak layak konsumsi, maka hal ini dapat ditindaklanjuti pada saat itu juga dan pihak SPPG bisa meminta kepada guru atau pihak sekolah sebagai penyalur menu MBG di sekolah untuk memperhatikan hal tersebut,” ujarnya

Jefriyanto menjelaskan sesuai aturan dan SOP yang berlaku di program MBG empat jam sesudah di masak dan disajikan, menu tersebut harus dikondumsi pada saat sekolah bukan di bawah kerumah.

Sebab jika makanan di bawah kerumah  bisa jadi terkontaminasi dengan debu  yang membuat makanan tidak enakan di makan.

“ kami kurang menerima terkait postingan di media social terkait hal ini dan ini sangat merusak citra program MBG dimata masyarakat,” Demikian Jefriyanto (*) /tim

Berita Terkait

Plafon Runtuh, Atap Bocor: BPU Dan Kantor Kecamatan Tiloan Butuh Perhatian Pemda
Pemdes Balau Tetap Buka Pelayanan Meski Anggaran Masih Dalam Proses
Jalan Rusak 8 Tahun di Suraya Warga Bertanya: Pemkab Buol dan PT PALMA Tutup Mata
Pemdes Balau Dorong Ketahanan Pangan Lewat Bantuan Ternak Itik dan Benih Padi
Pengurus KONI Buol 2026–2030 Resmi Dilantik Target Masuk 5 Besar Porprov di Morowali Tahun Ini
Polres Buol Gelar Panen Raya Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Saat Beras Mahal, Buol Pilih Bertaruh pada Hutan Sagu
Mantan Kapolsek Paleleh Iptu Ridwan : Jabat Sebagai Kasat Narkoba Polres Buol
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:42

Plafon Runtuh, Atap Bocor: BPU Dan Kantor Kecamatan Tiloan Butuh Perhatian Pemda

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:58

Pemdes Balau Tetap Buka Pelayanan Meski Anggaran Masih Dalam Proses

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:16

Jalan Rusak 8 Tahun di Suraya Warga Bertanya: Pemkab Buol dan PT PALMA Tutup Mata

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:54

Pemdes Balau Dorong Ketahanan Pangan Lewat Bantuan Ternak Itik dan Benih Padi

Senin, 18 Mei 2026 - 19:39

Pengurus KONI Buol 2026–2030 Resmi Dilantik Target Masuk 5 Besar Porprov di Morowali Tahun Ini

Berita Terbaru