Pemkab Buol Dikritik,Masyarakat Desa Duamayo Swadaya Beli Pasir Timbunan Perbaiki Jalan Rusak

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOL! NEWSLINE. ID- Pemerinta desa Duamayo kecamatan Bokat Kabupaten Buol Sulawesi Tengah bersama masyarakat terpaksa melakukan swadaya bersama warga desa untuk membeli pasir timbunan guna memperbaiki akses jalan utama desa yang menghubungkan desa tetangga yang saat ini mengalami kerusakan sangat parah. Akses jalan desa yang merupakan urat nadi petani dan masyarakat untuk bepergian saat ini sulit dilalui karena rusak berat, apalagi saat musim hujan becek dan licin serta berlubang-lubang seperti kubangan kerbau.

Kepala Desa (Kades) Duamayo, Barto Layuk, mengatakan bahwa inisiatif untuk menimbun jalan secara swadaya menggunakan uang yang dikumpul warga untuk membeli pasir timbunan agar jalan bisa dilalui kendaraan untuk mengangkut hasil panen petani di desa untuk dijual ke pasar. “Sudah puluhan tahun desa Duamayo terkesan dianaktirikan pemda, setiap tahun usulan masyarakat baik secara langsung maupun lewat musrembang kurang mendapat perhatian serius,” kata Kades Barto dengan nada kekecewaan pada Media ini Sabtu 7/3/2026

Desa Duamayo merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pertanian dan perkebunan, namun ironisnya jalan desa yang merupakan infrastruktur vital tidak mendapat perhatian yang layak dari pemerintah kabupaten(pemkab) . Masyarakat desa merasa bahwa mereka telah diabaikan dan tidak dipedulikan oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid)Bina Marga PUPR kabupaten Buol, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa ruas jalan Bongo-Modo yang melewati desa Duamayo sudah diusulkan ke pusat, sebab pekerjaan jalan ini butuh biaya besar sementara kondisi keuangan daerah belum mampu menangani pekerjaan jalan tersebut.

“Kita berharap semoga tahun ini ada anggaran APBN untuk pekerjaan jalan desa tersebut,” kata Ahmad Yani.

Masyarakat desa Duamayo berharap agar pemerintah kabupaten dan dinas PUPR dapat lebih peduli dengan kondisi jalan desa yang rusak parah ini. Mereka tidak ingin terus-menerus hidup dalam kesulitan dan keterbelakangan karena infrastruktur yang buruk.

Swadaya masyarakat desa Duamayo ini merupakan contoh nyata dari kegenerasian dan kepedulian masyarakat desa terhadap kemajuan desa mereka sendiri. Namun, pada saat yang sama ,ini juga merupakan kritik pedas terhadap pemerintah kabupaten yang seolah-olah tidak peduli dengan kebutuhan dasar masyarakat desa.(*)

Penulis : Rustam

Sumber Berita: Pemerintah Desa Duamayo dan Dinas PUPR

Berita Terkait

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur
Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol
Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja
Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal
Tonggak Sejarah Baru, Peletakan Batu Pertama Gedung KUA Kecamatan Gadung Digelar di Desa Bolagidun
Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah
Pemdes Tang Gandeng PT HIP Gelar Pengobatan Gratis dan Beri Cendramata untuk Lansia
PUPR Buol Prioritaskan Penataan Kota Biau dan Paleleh Wilayah Perbatasan Akan Jadi Ikon Daerah
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:38

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:58

Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:43

Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15

Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:25

Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah

Berita Terbaru