BUOL! Newsline. Id – Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino membuat Kabupaten Buol Sulawesi Tengah, masuk status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol menegaskan kondisi kering ekstrem ini diprediksi masih akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Kepala BPBD Buol, Moh Kachfi Marzuni mengatakan peringatan ini merujuk pada Surat Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan RI Nomor: S.246/PLA/PKH/GKM.04.04/B/03/2026 tanggal 16 Maret 2026. Surat tersebut berisi arahan tegas soal pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Karhutla di seluruh daerah rawan.
Data BMKG menunjukkan musim kemarau mulai masuk sejak April 2026 dengan puncak pada Agustus 2026. Tahun ini kemarau diprediksi lebih panjang dari kondisi normal, sehingga potensi kebakaran hutan, lahan perkebunan, hingga pemukiman warga meningkat tajam. “Satu puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa jadi bencana besar,” Ungkap Moh Kachfi pada media ini senin 4/5/2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kondisi itu, BPBD Buol lewat Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan langsung mengeluarkan 6 imbauan penting. Warga dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan dekat hutan. Puntung rokok dan korek api bekas juga jangan dibuang sembarangan, terutama di area kering yang mudah terbakar.
BPBD juga melarang aktivitas berisiko seperti membakar ladang dan memanen madu hutan dengan asap. Masyarakat diminta segera melapor ke petugas kehutanan, pemadam kebakaran, atau TRC BPBD Buol jika melihat titik api sekecil apapun. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan wajib jadi prioritas.
Kachfi menekankan bahwa karhutla bukan hanya merusak paru-paru bumi, tapi juga memukul ekonomi warga dan mengancam nyawa. Asap tebal bisa mengganggu kesehatan, aktivitas sekolah, hingga penerbangan. Kerugian akibat hutan terbakar nilainya bisa miliaran rupiah dan butuh puluhan tahun untuk pulih.
Karena itu, BPBD Buol mengajak seluruh warga untuk tidak main api selama musim kemarau ini. “Jaga Buol sama-sama. Jangan sampai negeri kita jadi neraka hanya karena lalai buang puntung rokok,”Alam kita jaga alam jaga kita salam tangguh salam kemanusiaan. Pungkas moh Kachfi.(**)
Penulis : Rustam
Sumber Berita: BPBD kabupaten Buol










