Literasi Budaya. Ayoo Kita Buka Hati Jangan Terprovokasi.
Oleh : Kadis Perikanan Kab
Buol Dr Tonang Mallongi Sahura
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Newsline.ID- Wujud dari sikap menghargai budaya meliputi menerima dan menghormati perbedaan, memiliki empati terhadap orang lain, belajar tentang budaya yang berbeda melalui kegiatan dan informasi, serta berpartisipasi dalam acara budaya lain tanpa menghina atau menjelek-jelekannya. Sikap ini juga ditunjukkan dengan tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku atau latar belakang mereka, dan aktif menentang diskriminasi.
Contoh Perilaku Menghargai Budaya yaitu Menerima dan menghormati perbedaan, Bersikap terbuka terhadap perbedaan Suku, Bahasa, Adat istiadat, dan kepercayaan orang lain, serta menghindari prasangka.
Menunjukkan empati: Berusaha memahami perasaan, pengalaman, dan pandangan orang lain, serta memberikan perhatian dan rasa empati kepada mereka.
Mempelajari dan mengapresiasi: Mengenali dan mempelajari sejarah, adat istiadat, kepercayaan, bahasa, dan makanan dari budaya lain.
Berpartisipasi dalam kegiatan budaya: Menghadiri pameran seni, menonton pertunjukan budaya, atau mengunjungi situs-situs budaya sebagai bentuk apresiasi.
Menghormati hari raya atau upacara adat: Memberikan penghormatan terhadap hari besar dan upacara adat yang dilakukan oleh orang lain.
Belajar bersama dan bekerja sama: Terlibat dalam kegiatan atau proyek yang melibatkan kerjasama antarbudaya untuk saling memahami perbedaan.
Tidak menyinggung SARA: Menjaga ucapan agar tidak menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan dalam kehidupan sehari-hari. Menentang diskriminasi: Menyuarakan sikap menentang diskriminasi dan ketidaksetaraan yang terjadi di masyarakat.
Visi buol agamis dimaknai bukan untuk agama, ras golongan tertentu tetapi bagaimana nilai-nilai spritual terimplementasi dalam kehidupan keseharian masyarakat buol agar tercipta saling asih saling asuh untuk buol hebat
DIRGAHAYU KAB.BUOL KE 26 TAHUN 2025
DARI BUOL UNTUK INDONESIA (**)










