Diduga Terjadi Pungli di PDAM Motanang Buol, Warga  Calon Pelanggan Diminta Uang Bervariasi 

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol! Newsline. Id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Motanang Kabupaten Buol. Sejumlah pelanggan di Kelurahan Buol mengaku dimintai uang tambahan oleh oknum petugas agar proses pemasangan sambungan air berjalan lebih cepat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, besaran uang yang diminta bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, ditambah lagi dengan uang pendaftaran yang jumlahnya variatif, mulai dari Rp500 ribu sampai dengan Rp750 ribu, tak hanya itu, calon pelanggan juga harus menyiapkan pipa sendiri.

“Kami warga calon pelanggan harus menyiapkan pipa sendiri dan uang demi memperoleh air bersih ke rumah.. “ ungkap salah satu warga dusun Bumi Nipa kelurahan Buol, yang enggan di sebut namanya kepada wartawan . Rabu (23/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik tersebut diduga telah berlangsung cukup lama yang dilakukan oleh oknum di lapangan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan pipa air bersih kerumah pelanggan menggunakan ukuran pipa 1 inci rawan rusak karena tidak di tanam.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Motanang Abdul Nasir, S. PDI yang dua kali di temui di kantor enggan menerima wartawan dengan alasan banyak kesibukan belum bisa di temui silakan ketemu kepala bagian, jika ada yang d konfirmasi,

“.bapak belum bisa di ganggu pak, silakan hubungi kepala bagian jika ada yng di konfirmasi. “.ujar salah satu staff di kantor PDAM.

Menanggapi hal itu, aparat penegak hukum diminta segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik ini. Moh. Taufiq A. Intam yang merupakan aktivis antikorupsi di Buol menilai kasus tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan internal di tubuh PDAM Motanang.

“Masalah air bersih di Kelurahan Buol baik itu di Lingkungan Roji, Tanjung, Poyapi & Lingkungan Buminipa merupakan masalah klasik karna hampir setiap tahun polemik ini kembali terulang. Pemda harus lakukan audit, pun begitu dengan APH, sesegera mungkin dapat melakukan tindakan tegas terhadap praktik liar para oknum petugas PDAM. Rakyat sudah susah, jangan lagi dihadapkan pada masalah kebutuhan mendasar. Air bersih adalah hak dasar masyarakat, tidak boleh dijadikan ladang pungli oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”. Tegas Taufik

Kasus dugaan pungli ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan PDAM Motanang. Warga berharap pemerintah daerah (pemda) tidak menutup mata dan segera melakukan audit menyeluruh agar praktik serupa tidak terus berulang. (*)

Redaksi

Berita Terkait

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol
Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus
Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026
Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan
PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan
Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh
Kemenag Buol Tutup Supervisi 3 KUA, Taufik Aziz: Layanan Harus Inklusif dan Tidak Diskriminatif
Unggahan “Orang Hilang” Seret Nama Bupati Buol, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 223 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:38

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol

Rabu, 16 September 2026 - 22:07

Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus

Senin, 14 September 2026 - 20:20

Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan

Minggu, 13 September 2026 - 19:09

PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan

Jumat, 11 September 2026 - 15:47

Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh

Berita Terbaru