Air Berwarna Merah Keluar Dari Dalam Tanah DLH Buol Lakukan Uji Laboratorium

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUOL! NEWSLINE. ID – Warga di Lingkungan 3 Kelurahan Kumaligon, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol dikejutkan dengan temuan air tanah yang berubah warna menjadi merah. Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol segera melakukan investigasi awal bersama tim teknis lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Buol, Sunarjo S. Raukang, S.H, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil sampel air dari lokasi temuan untuk dilakukan pengujian laboratorium lebih lanjut.

“Berdasarkan pemantauan sementara, perubahan warna ini diduga berasal dari senyawa organik terlarut secara alami, seperti pelapukan pepohonan atau batuan. Namun, kami juga tidak menutup kemungkinan adanya kontaminasi akibat aktivitas manusia,” ujar Sunarjo dalam keterangannya, Selasa (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DLH menegaskan bahwa pengujian laboratorium tengah berlangsung untuk mengetahui parameter kualitas air secara menyeluruh, termasuk kandungan logam berat. Sunarjo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan.

“Kami meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa di lokasi lain, baik ke kelurahan maupun langsung ke DLH,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Buol, Mimi Mariani, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium sementara belum dapat memastikan bahwa air berwarna merah tersebut merupakan bentuk pencemaran.

“Kami masih menelusuri sumber asalnya. Secara geologis, wilayah tersebut memang memiliki kandungan logam tinggi yang bisa menyebabkan fenomena serupa secara alami. Namun, kami juga mengevaluasi kemungkinan kontribusi dari limbah industri atau penggunaan bahan kimia di sekitar lokasi,” jelas Mimi dalam keterangannya.

Menurutnya, pemantauan lanjutan akan dilakukan dengan fokus pada pengujian parameter seperti kandungan mangan (Mn), logam berat lainnya, dan senyawa organik. Hasil akhir akan diserahkan kepada DLH sebagai dasar penanganan lebih lanjut.(*) /diskom)

Berita Terkait

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol
Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus
Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026
Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan
PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan
Hari Kedua Supervisi KUA, Kemenag Buol Tekankan Profesionalisme dan Ketakwaan di Paleleh
Kemenag Buol Tutup Supervisi 3 KUA, Taufik Aziz: Layanan Harus Inklusif dan Tidak Diskriminatif
Unggahan “Orang Hilang” Seret Nama Bupati Buol, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:38

Terungkap : Ini Biang Kerok Antrean Panjang di SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali Buol

Rabu, 16 September 2026 - 22:07

Buka Pelatihan di BLK Momunu, Bupati Buol Janji Bantu Alat Usaha untuk Peserta Lulus

Rabu, 16 September 2026 - 00:11

Pemkab Buol Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026

Senin, 14 September 2026 - 20:20

Oknum Kades Doulan Digerebek Selingkuh Dengan Aparatnya Warga Minta Pemda Buol Copot Jabatan

Minggu, 13 September 2026 - 19:09

PMR Wira MAN Buol Gelar Diklatsar, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepemimpinan

Berita Terbaru