200 Hektar Sawah di Desa Pomayagon Tidur, Petani Enggan Menggarap

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUO!L!Newsline.id- Desa Pomayagon kecamatan Momunu Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah menghadapi masalah serius dalam menggarap sawah. Sebanyak lebih 200 hektar sawah di desa ini tidak terkelolah dengan baik alias tidur karena petani enggan mengolahnya akibat rawan banjir. Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Pomayagon Ramli Pesona SiP, pada media ini Rabu (18/2/2026).

“Kalau petani di desa kami bukannya tidak mau olah sawanya, namun karena ancaman banjir dari Sungai Buol yang meluap masuk perkampungan,” ujar Kades Ramli.

Ia mengatakan bahwa salah satu kendala yang dihadapi petani di desa itu adalah keterbatasan biaya pengelolaan dan ancaman banjir jika musim hujan tiba. Meski demikian saat ini ada beberapa petani hanya olah sawah sesuai kemampuan kerja, mereka tidak mau membuang modal besar untuk biaya pengelolaanl takut merugi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kades Ramli mengusulkan agar pemerintah daerah (Pemda) membuat tanggul di sepanjang Sungai Buol untuk mengatasi ancaman banjir. Namun, usulan ini bisa berdampak pada ancaman banjir pada desa-desa tetangga jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

“Petani kita tahun lalu mengalami kerugian yang signifikan karena tidak menikmati hasil panen padi sawah yang diolah mulai dari pembersihan sampai tanam, namun setelah menjelang panen semua gagal,” kata Kades Ramli Pesona

Ia berharap agar pemerintah dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah ini agar petani dapat mengolah sawah dengan aman dan produktif untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Desa ini berpenduduk kurang lebih 1200 jiwa 90 persen adalah petani  selain PNS dan perangkat desa pendapatan masyarakat di desa ini tidak menentu kadang dari hasil usaha jualan, ada yang kerja di perusahaan, usaha produksi sagu, dan usaha lainnya., karakteristik masyarakat desa ramah saling menghargai sehingga desa tersebut aman dan nyaman.

“Yang pasti itulah keluhan petani kami di desa besar kemauan untuk mengolah sawah namun camas meraka ingat jika musim hujan tiba pasti banjir dan tanaman teeancam gagal panen. ” Demikian Kades Ramli Pesona. (*)

Penulis : Rustam

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Pemerinta Desa Pemayagon

Berita Terkait

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur
Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol
Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja
Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal
Tonggak Sejarah Baru, Peletakan Batu Pertama Gedung KUA Kecamatan Gadung Digelar di Desa Bolagidun
Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah
Pemdes Tang Gandeng PT HIP Gelar Pengobatan Gratis dan Beri Cendramata untuk Lansia
PUPR Buol Prioritaskan Penataan Kota Biau dan Paleleh Wilayah Perbatasan Akan Jadi Ikon Daerah
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:38

Zainudin J Hamir : Jalan Santai Harlah Ke 28 PKB Panita Transparan, Tidak Ada Pemenang Diatur

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:58

Validasi Data Jadi Kunci, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha di Buol

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:43

Lulusan SMKN 1 Bokat Diburu Perusahaan, Sekolah Optimis Dongkrak Tenaga Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15

Program Gizi Gratis Berubah Jadi Mimpi Buruk: 15 Siswa SD di Bokat Diduga Keracunan Massal

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:25

Hangatkan Silaturahmi Kemenag Buol Gelar Pengajian Rutin dengan Tausiah Keutamaan Sedekah

Berita Terbaru