Menatap Sawah Retak Puluhan Hektar & Lahan Petani di Boilan Tiloan Terancam Gagal Tanam

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BuolNewsline.id- Puluhan hektare sawah petani di Desa Boilan Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol Sulawesi Tengah kini terancam tidak bisa diolah. Musim kemarau panjang atau El Nino yang sudah melanda selama 10 bulan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, membuat harapan petani perlahan memudar.

Tanah yang semestinya sudah memasuki musim tanam ketiga kini mengering dan pecah-pecah. Saluran irigasi yang biasanya mengalir, kini tidak berair akibat terik matahari yang menyengat setiap hari. Pemandangan sawah yang retak menjadi potret pilu bagi warga yang menggantungkan hidup dari bertani.

Keresahan itu dirasakan langsung oleh para petani. Mereka kini harus memutar otak mencari solusi lain untuk menghidupi keluarga di rumah. Sawah yang menjadi tumpuan ekonomi, kini hanya bisa ditatap tanpa bisa digarap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini kami hanya menatap sawah yang sudah kering tidak ada air sehingga saya tidak bisa olah,” ungkap Jayadi petani sawah di Tiloan kepada media ini Minggu (18/10/2026).

Nasib serupa juga dialami petani jagung. Adalah Tamrin, petani jagung di Boilan, yang kini harus merelakan tanamannya mati mengering diterpa panas matahari. Ada yang gagal panen, ada pula yang bahkan gagal tanam sejak awal.

“Biaya pengeluaran sudah tidak terhitung lagi belum pinjaman kepada tengkulak dan kios yang harus dibayar. Kalau kebun jagung saya tidak ada hasilnya semua yang kami harap sekeluarga sia-sia,” keluh Tamrin.

Meski dihantam kemarau panjang, para petani tetap mencoba tegar. “Dan mungkin ini cobaan semua, tapi kita tetap sabar menghadapinya,” sambung Tamrin dengan nada pasrah.

Kini para petani di Boilan hanya bisa berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan turunnya hujan. Bagi mereka, air bukan sekadar untuk tanaman tapi untuk menyambung hidup keluarga. Di tengah sawah yang retak kesabaran mereka menjadi satu-satunya yang masih bertahan(*)

Penulis : Rustam Baculu

Berita Terkait

Dari Ruang Kelas di Ujung Bokat ke Pucuk Disdikbud, Mahmud U Timumun Buktikan Dedikasi Guru Berbuah Kepercayaan
Bupati Buol Lantik 158 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tegaskan Jabatan Adalah Pengabdian
Turnamen Voli Berani Cup 2026 Resmi Dibuka di Buol, Gubernur Absen Karena Sakit
Tak Pandang Keluarga Pejabat, Bupati Buol Bakal Tindak ASN Tak Disiplin
Polres Buol Tindak Tegas Balap Liar, 26 Sepeda Motor Terjaring Operasi Patuh Tinombala 2026
PERCASI Buol Bangga Djoni Hatimura Raih Gelar Master Nasional di Kejurnas Catur ke-51
Bupati Buol Murka : Risharyudi Triwibowo Ancam Sikat Habis Mafia Illegal Logging Satgas Khusus Segera Dibentuk
KONI Buol Cek Kesehatan 159 Atlet Jelang Porprov X Morowali Target Masuk 5 Besar
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

Dari Ruang Kelas di Ujung Bokat ke Pucuk Disdikbud, Mahmud U Timumun Buktikan Dedikasi Guru Berbuah Kepercayaan

Senin, 2 November 2026 - 19:00

Bupati Buol Lantik 158 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tegaskan Jabatan Adalah Pengabdian

Senin, 2 November 2026 - 13:29

Turnamen Voli Berani Cup 2026 Resmi Dibuka di Buol, Gubernur Absen Karena Sakit

Senin, 2 November 2026 - 13:18

Tak Pandang Keluarga Pejabat, Bupati Buol Bakal Tindak ASN Tak Disiplin

Senin, 2 November 2026 - 08:46

Polres Buol Tindak Tegas Balap Liar, 26 Sepeda Motor Terjaring Operasi Patuh Tinombala 2026

Berita Terbaru