BuolNewsline.id- Hutan Gunung Pogogul yang merupakan ikon dan lambang Kabupaten Buol kini terancam punah akibat pembakaran. Hampir setiap hari terpantau aktivitas warga yang melakukan pembakaran kebun di bawah lereng gunung yang seharusnya menjadi kawasan cagar budaya yang dilindungi. Perlu diketahui di sekitar gunung ini ada Perusahaan PT Palma yang beroperasi dan Perusahaan Batu Pecah.
Jika pembiaran ini terus terjadi dan tidak segera dilakukan pencegahan, dikhawatirkan Gunung Pogogul yang menjadi kebanggaan masyarakat Buol akan rusak bahkan punah karena terbakar. Ancaman ini semakin nyata di tengah musim kemarau panjang yang belum menunjukkan tanda-tanda hujan akan turun.
Gunung Pogogul bukan sekadar gunung biasa. Ia adalah identitas Buol, cagar budaya dan ikon daerah yang wajib dijaga kelestariannya. Kerusakan hutan di kawasan tersebut bukan hanya merusak lingkungan tapi juga merusak sejarah dan martabat daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memicu keprihatinan tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat Tiloan Made Irawan menegaskan bahwa pembakaran liar di lereng gunung tidak bisa lagi ditolerir.
“Kami prihatin melihat kondisi gunung ini jika hutannya terbakar karena ulah orang yang tidak bertanggungjawab,” ungkap Made Irawan kepada media ini Minggu (19/10/2026).
Ia menuturkan seharusnya pemerintah daerah dinas terkait, kades camat dan seluruh pemerhati cagar budaya turun tangan menjaga dengan baik kawasan tersebut. Jangan sampai ikon Buol hilang karena kelalaian pengawasan.
Menurutnya langkah paling mendesak adalah melarang keras warga membuka kebun dengan cara membakar di bawah lereng Gunung Pogogul. Aktivitas tersebut terbukti dapat merusak hutan dan memicu kebakaran yang lebih besar.
Made Irawan menegaskan jika pemerintah serius menjadikan Pogogul sebagai ikon maka penjagaan harus nyata di lapangan, bukan hanya di atas kertas. Jika Gunung Pogogul terbakar, maka Buol kehilangan jati dirinya.”.kami setiap lewat selalu melihat asap mengepul di sekitar lereng gunung pogogul ini harus segera di cegah. “Pungkas Made di sahuti warga lain.(“*)
Penulis : Rustam










