Geger Ribuan Ikan Mati Terdampar di Pantai Buol, Fenomena Alam Langka

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol!NEWSLINE.Id – Masyarakat di Kelurahan Buol Kecamatan Biau digegerkan dengan penemuan ribuan ikan mati yang terdampar di pantai kejadian ini  pada Sabtu (17/1/2026).

Fenomena alam ini disebut-sebut baru terjadi beberapa puluh tahun terakhir membuat warga sekitar heboh dan berdatangan untuk mengambil ikan tersebut dan menfaatkan untuk foto di tengah tumpukan ikan.

“Kami kaget setelah melihat tumpukan ikan yang mati terdampar di pantai,” kata Sumiati warga Buol kepada media ini, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan unik ini terjadi ketika nelayan jaring ikan dampar dari Lingkungan Buoyong, Kelurahan Buol, menemukan tumpukan ikan mati di pantai belakang Pertamina, Kelurahan Kali.

Kepala Dinas (Kadis)  Perikanan Kabupaten Buol, Dr. Thonang, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena ikan piok yang terjaring oleh nelayan di perairan dangkal.

Adapun Kronologis kejadian Pada hari Sabtu 17 Januari 2026 ada kelompok nelayan jaring ikan dampar dari lingkungan Buoyong Kelurahan Buol melaksanakan aktifitasnya dimalam hari tepat dilokasi pantai Kelurahan  Kali/belakang Pertamina. Nelayan itu  berharap bahwa ikan yang masuk ke jaring dampar adalah ikan katombo, kembung maupun ikan putih lainnya yang bisa menambah isi kantong dan kebulnya asap dapur namun ternyata setelah sampai di tepi pantai ternyata Boyo piok kejadian ini biasa juga di pengaruh oleh fenomena alam upwelling biasa suhu di dalam permukaan laut dingin dan diatas suhu air panas karena cuaca ektrim dan ini setiap tahun terjadi tahun lalu juga begitu. Ini juga pengaruh sampah2 laut biasa juga ada yg buang olih bekas  sembarangan serta bekas sampah plastik.

Dr. Thonang menyatakan bahwa saat ini ikan kotombo lagi banyak di perairan dangkal yang dijaring oleh nelayan, tapi tidak terdampar dengan sendirinya.

. “Ini hanya fenomena alam biasa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya

Kadis Thonang mengimbau masyarakat untuk tidak berasumsi lain dan tidak menyebarkan opini bahwa ikan-ikan tersebut akibat gempa atau fenomena lainnya yang dapat meresahkan warga.

“Kita minta warga jangan berasumsi lain dan kita juga sudah menyampaikan ke dinas DLH untuk melakukan pengambilan sampel laboratorium untuk mengetahui hasil yang sebenarnya .” ujar Thonang.(*).

 

Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi
Kemenag Buol Turun ke Tiga KUA, Pastikan Layanan Nikah dan Moderasi Beragama Jalan
Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet
RTH Buol Jadi Lokasi Halal Bihalal : DLH Ajak OPD Bangun Infrastruktur Hijau
Kajati Sulteng Kunjungi Buol Perkuat Pengawalan Pembangunan Daerah
SMK Negeri 1 Bokat Gelar UKK Mandiri TKJ Gandeng Dinas Kominfo Buol
Sekda Buol Terima Tim Komisi Informasi Sulteng Bahas KIP
Bupati dan Wabup Hadiri Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke 62 di Palu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:00

Bangunan Tanpa Identitas di Bangun Dekat Kantor Bupati, Langgar UU Keterbukaan Informasi

Jumat, 17 April 2026 - 14:00

Kemenag Buol Turun ke Tiga KUA, Pastikan Layanan Nikah dan Moderasi Beragama Jalan

Jumat, 17 April 2026 - 13:09

Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet

Kamis, 16 April 2026 - 07:37

RTH Buol Jadi Lokasi Halal Bihalal : DLH Ajak OPD Bangun Infrastruktur Hijau

Rabu, 15 April 2026 - 16:38

Kajati Sulteng Kunjungi Buol Perkuat Pengawalan Pembangunan Daerah

Berita Terbaru