BuolNewsline.Id- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kabupaten Buol dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data resmi UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pogogul, tercatat ada 42 titik kebakaran dengan total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai 2.033 hektare.
Kebakaran tersebut terjadi hampir di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Buol, mulai dari Bukal, Bokat, Bunobogu, Karamat, Lakea, hingga Paleleh dan Paleleh Barat. Sebagian besar lokasi yang terbakar berada di Area Penggunaan Lain (APL) yang merupakan perkebunan warga, serta sebagian masuk dalam kawasan hutan produksi dan hutan yang dapat dikonversi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Buol Moh Kachfi Marzuni mengatakan pihaknya telah membentuk tim satgas gabungan untuk melakukan pemadaman. Tim tersebut terdiri dari Damkar, TRC BPBD, TNI-POLRI, Polhut, Tagana, dan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tim ini bekerja ekstra dalam melakukan tugas pemadaman api yang merambat, karena kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat meluas,” ujar moh Kachfi Pada Media ini Rabu 7/10/2026
Dari 42 titik tersebut, luasan kebakaran bervariasi. Titik terparah tercatat di Kecamatan Bukal dengan total luasan lebih dari 800 hektare yang tersebar di beberapa desa, termasuk Desa Bukal 370 Ha, Bukal 350 Ha, dan Bukal 300 Ha. Kecamatan lain seperti Karamat, Bokat, dan Paleleh juga mencatat kebakaran di atas 50 hektare di beberapa desa.
Kachfi menjelaskan mayoritas lahan yang terbakar adalah perkebunan warga dan lahan non-perkebunan. Beberapa titik juga berada di dalam kawasan hutan produksi tetap dan Hutan Kemasyarakatan (HKM).
Hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan monitoring dan pemadaman di beberapa titik yang masih menyisakan bara api serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. *Mari kita jaga hutan dan lahan jangan bakar sembarang karena berdampak pada kerugian apalgi di musim kemarau panjang saat ini . “Pungkas kalak BPBD Moh Kachfi Marzuni(**)
Penulis : Rustam
Sumber Berita: Kalak BPBD










