BuolNewsline.ID- Jika jurnalistik adalah sebuah pengabdian panjang maka nama Suleman Dj. Latantu adalah salah satu bukti nyatanya. Memulai karier pada 1992 hingga Oktober 2026, ia telah mengabdikan 34 tahun hidupnya di dunia pers khususnya di wilayah Pantura Sulawesi Tengah Tolitoli dan Buol.
Perjalanan itu dimulai pada Fase 1: Awal Perintisan (1992-1998). Di era akhir Orde Baru, saat pers masih sangat terbatas, Suleman memulai langkah dengan mesin ketik dan sepeda motor. Ia keluar masuk kantor pemerintahan, meliput pembangunan, pertanian, hingga aktivitas masyarakat Buol-Tolitoli. Masa itu adalah fase pembentukan mental, di mana wartawan dituntut berani, ulet, dan tahan banting.
Memasuki Fase 2: Era Reformasi (1999-2005), kebebasan pers terbuka lebar. Suleman menjadi salah satu wartawan paling aktif menyuarakan transparansi pemerintahan di era otonomi daerah. Ketika Kabupaten Buol baru mekar dari Kabupaten Buol Tolitoli, perannya sangat vital sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan-kebijakan awal pemerintahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Fase 3: Media Cetak dan Online (2006-2015), kiprahnya semakin meluas. Ia bergabung dengan berbagai media cetak lokal Sulawesi Tengah dan merambah ke media online, termasuk tercatat sebagai kontributor di Detik.com. Ciri khas liputannya adalah berita pendidikan, birokrasi, dan pengawasan aset daerah, yang selalu ia tutup dengan identitas jelas: Laporan Suleman Dj. Latantu, sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik.
Kini ia memasuki Fase 4: Jurnalis Senior dan Rujukan Informasi (2016-2026). Dalam 10 tahun terakhir, posisinya menguat bukan hanya sebagai penulis berita, tetapi sebagai rujukan bagi wartawan muda, LSM, bahkan aparat. Kasus-kasus besar seperti pengawasan Dana Desa hingga kisruh dunia pendidikan, ia kawal dengan jaringan dan integritas yang masih sangat kuat.
Hingga 2026, di usia yang tak lagi muda, ia masih aktif memegang prinsip lamanya: _”Jurnalistik bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten menjaga kebenaran untuk rakyat.”_
34 tahun bukan waktu yang sebentar. Dari era analog 1992 hingga era digital 2026, ia telah melewati empat zaman pemerintahan, puluhan bupati, dan ratusan kebijakan. Ia tetap ada, tetap menulis, tetap mengawal.
Hormat kami untuk 34 tahun pengabdian Bapak Suleman Dj. Latantu. Tokoh Pers dari Buol untuk Sulawesi Tengah.Dan hingga saat ini Suleman masih aktif menulis di media online Butolpost Media Fatnher Nasional Pikiran Rakyat Bandung dan tercatat sebagai Anggota PWI Cabang Sulteng
“Selagi Masih Ada orang Bicara di situ saya selalu ada cari informasi kecuali Dunia Runtu. “Ujar Suleman pada Media sabtu (17/10/2026)










